RiauViral.Com

RiauViral.Com

 Breaking News
  • Pecinta Konin Bersiaplah Untuk KOBER 3 Bagi pecinta Kolibri Ninja atau yang biasa disingkat Konin, siap-siap nih sebentar lagi ada iven yang bakal mengasah kekompakan kamu dengan si doi. Melanjutkan kesuksesan iven-iven sebelum nya, KKNP (Komunitas...
  • HUT IPP ke-61, Ikatan Putera Pekanbaru Adakan Turnamen Sepak Bola RIAUVIRAL.COM-Ikatan Putera Pekanbaru (IPP) Provinsi Riau, akan mengadakan turnamen sepak bola antar klub di Pekanbaru sekitarnya. Turnamen sepak bola terbuka untuk umum ini dilaksanakan pada Januari 2017 mendatang. Kegiatan yang...
  • Koes Plus Manggung Lagi Bulan Depan Direncanakan pada 9 Desember 2016, grup band legendaris Koes Plus akan menggelar konser bertajuk “Andaikan Koes Plus Datang Kembali” di Balai Sarbini, Jakarta. Tentunya pertunjukan ini bisa menjadi pengobat rindu...
  • Festival Media AJI 2016 di Pekanbaru Diikuti Ratusan Media RIAUVIRAL.COM-Ratusan peserta dari berbagai media mengikuti Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sabtu, 19 November 2016 di Gedung Perpustakaan Soeman HS Kota Pekanbaru. Festival media ke-5 yang mengusung isu...
  • Iven Riau Trailrun Race, Harumkan Nama Pekanbaru RIAUVIRAL.COM-Iven Riau Trailrun Race (RTR) 2016 berlangsung sukses. Kegiatan yang diadakan Komunitas Pecinta Lari Alam Terbuka di Pekanbaru ini berhasil menyedot perhatian publik dan media sosial. Hal ini dibuktikan dari...

Aksi Damai 212, Lebih Hebat dari Sumpah Pemuda 1928

Aksi Damai 212, Lebih Hebat dari Sumpah Pemuda 1928
December 02
10:05 2016

RIAUVIRAL.COM-Jutaan massa muslim bertumpah ruah di lapangan Monumen nasional (Monas), Jakarta, sejak Subuh, Jumat, 2 Desember 2016. Langit pun mulai bersahabat, meski renyai hujan mulai menitik pada subuh hari. Massa Aksi Bela Islam Jilid III ini duduk rapi sembari mengucapkan takbir illahi. Sebuah kekuatan massa muslim yang luar biasa dan terbesar terjadi di abad ini.

Salah seorang aksi massa dari Front Pembela Islam (FPI) Riau, disapa Zul menceritakan kondisi lapangan Monas yang menjadi tempat perkumpulan massa. Lokasi itu sudah penuh, namun yang datang dari berbagai daerah itu mencoba masuk untuk bergabung dengan massa lainnya. Sementara ratusan ribu massa muslim lainnya juga berkumpul di Bundaran Bank Indonesia (BI), Gambir, Masjid Istiqlal dan Pasar Baru di Jakarta.

Di atas panggung, Ustaz Adi dan Awi membuka acara sejak pukul 8.00 WIB. Sembari memimpin massa, mereka mengucapkan takbir illahi. Massa pun mengikuti dengan semangat. “Alquran iman kami, Alquran pedoman kami, Alquran petunjuk kami, Alquran satukan kami, Allahu akbar, Allahu akbar,” teriak Ustaz Adi dan Awi serta massa Aksi Bela Islam III di halaman Monas, Jumat 2 Desember 2016.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian ikut berpartisipasi pada acara tersebut yang dimulai pukul 9.00 WIB. Di atas panggung dan didampingi oleh Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Habib Rizieq Shihab dan para alim ulama lainnya, Tito menyampaikan orasi berapi-api.

Riuh rendah suara massa pun menyambutnya dengan semangat. Tito pun ikut terpancing menyampaikan orasi dengan semangat pula. Di akhir orasinya, Tito menyatakan komitmen Polri terkait kasus Ahok, namun massa pun berteriak dengan kata: “Buktikan…buktikan… buktikan” secara serempak.

Inilah bentuk kekuatan ummat Muslim yang menjadi tanda tanya bagi ummat lainnya yang ada di dunia. Pertemuan jutaan ummat muslim dari berbagai daerah ini, sebagai pernyataan sikap terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama, beberapa waktu lalu.

Setidaknya kasus ini sebagai bukti, bahwa rakyat muslim di Indonesia sudah bicara. Pemerintah jika membolisasi massa sebanyak itu, paling tidak akan bisa mengumpulkannya sebanyak itu. Meski acara Bhinneka Tunggal Ika, adalah agenda Nusantera Bersatu, sebagai capaian persaudaraan, namun agenda tersebut di sejumlah provinsi tidak banyak diminati rakyat.

Mengapa massa begitu banyak menghadiri Aksi Bela Islam Jilid III ini? “Adalah ketika Islam menjadi jalan hidup mayoritas ummat muslim di Indonesia terganggu, maka jangan harap menjegal sebuah kegiatan massa. Semakin ada upaya menahan aksi damai itu, maka semakin kuat kekuatan itu,” kata Zul kepada riauviral.com.

Ini bukan sebuah infotainment atau kampanye Pemilihan Kepala Daerah di media sosial atau televisi, tetapi lebih mengedepankan kebersamaan yang sebenarnya. Paling tidak, dengan jumlah massa Aksi Damai Jilid III yang luar biasa. Dan, pengakuan salah seorang ulama, inilah jamaah salat Jumat terbesar di dunia.

Pada akhirnya semua tahu, andaikan Sumpah Pemuda langsung terjadi saat itu juga, maka inilah Sumpah Pemuda yang luar biasa dan lebih hebat dari Sumpah Pemuda pada 1928 di Jakarta. Inilah bentuk kebersamaan senasib dan sepenanggungan di abad ini. Apakah rakyat senasib dan sepenanggungan ketika muslim diganggu?*

About Author

dors

dors

Related Articles

Viral Quotes

Hidup Itu Indah jika kita menjalaninya dengan bla-bla...~Aistweet this quotes

Ikuti Kami di Twitter

Ikuti kami melalui Email

Dapatkan Postingan terbaru dari kami di Email anda

Translate