RiauViral.Com

RiauViral.Com

 Breaking News
  • Pecinta Konin Bersiaplah Untuk KOBER 3 Bagi pecinta Kolibri Ninja atau yang biasa disingkat Konin, siap-siap nih sebentar lagi ada iven yang bakal mengasah kekompakan kamu dengan si doi. Melanjutkan kesuksesan iven-iven sebelum nya, KKNP (Komunitas...
  • HUT IPP ke-61, Ikatan Putera Pekanbaru Adakan Turnamen Sepak Bola RIAUVIRAL.COM-Ikatan Putera Pekanbaru (IPP) Provinsi Riau, akan mengadakan turnamen sepak bola antar klub di Pekanbaru sekitarnya. Turnamen sepak bola terbuka untuk umum ini dilaksanakan pada Januari 2017 mendatang. Kegiatan yang...
  • Koes Plus Manggung Lagi Bulan Depan Direncanakan pada 9 Desember 2016, grup band legendaris Koes Plus akan menggelar konser bertajuk “Andaikan Koes Plus Datang Kembali” di Balai Sarbini, Jakarta. Tentunya pertunjukan ini bisa menjadi pengobat rindu...
  • Festival Media AJI 2016 di Pekanbaru Diikuti Ratusan Media RIAUVIRAL.COM-Ratusan peserta dari berbagai media mengikuti Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sabtu, 19 November 2016 di Gedung Perpustakaan Soeman HS Kota Pekanbaru. Festival media ke-5 yang mengusung isu...
  • Iven Riau Trailrun Race, Harumkan Nama Pekanbaru RIAUVIRAL.COM-Iven Riau Trailrun Race (RTR) 2016 berlangsung sukses. Kegiatan yang diadakan Komunitas Pecinta Lari Alam Terbuka di Pekanbaru ini berhasil menyedot perhatian publik dan media sosial. Hal ini dibuktikan dari...

Misteri Manusia Kecil di Hutan Larangan Riau

Misteri Manusia Kecil di Hutan Larangan Riau
December 27
13:31 2016

RIAUVIRAL.COM-Keberadaan manusia liliput alias manusia kecil sudah terdengar sejak lama di Provinsi Riau. Para ilmuan pun sudah melakukan penelitian dengan teknologi terkini. Termasuk Richard Freeman, Direktur Zoologi dari Centre for Fortean Zoology, asal Inggris. Namun, tetap saja penelitian itu tidak memberikan kesimpulan atas keberadaannya yang hingga kini masih misteri.

misteri_manusia_kecil_di_hutan_larangan_8

Ekspedisi tim inovasi SMA 2 Bangkinang ke Hutan Lindung Batang Kapas, Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Ekspedisi tim inovasi SMA 2 Bangkinang ke Hutan Lindung Batang Kapas, Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar, sudah berlangsung lama. Dengan memilih tujuan di daerah hutan larangan di kawasan Bukit Barisan, menjadi keunikan bagi sejumlah guru dan siswa saat itu.

Namun, dengan bermodalkan keyakinan, mereka sepakat untuk melihat kenyamanan dan keasrian hutan dan keindahan panorama alam yang belum tersentuh. Apalagi, Bukit Barisan memang diselimuti banyak misteri di Pulau Sumatera. Bukit Barisan terkenal dengan panjang wilayah daratan berbukit mencapai 1.650 Kilometer.

Bukit Barisan ini berjajar membentang dari ujung utara Provinsi DI Aceh hingga ujung selatan Provinsi Lampung. Perbukitan ini mempunyai puncak tertinggi yaitu terletak di Gunung Kerinci, Provinsi Jambi dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut.

misteri_manusia_kecil_di_hutan_larangan_1

Keberadaan makhluk liliput atau manusia kecil adalah sejenis makhluk ciptaan Tuhan

Dari dasar itulah, mereka sepakat berpetualang di hutan larangan dengan membentuk tim ekspedisi berjumah 10 orang angggota. Semula, niat untuk berangkat ke hutan larangan sempat menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Termasuk para guru lainnya. Namun, mereka tetap berangkat untuk mengisi liburan sekolah.

misteri_manusia_kecil_di_hutan_larangan_2

Sejumlah penampakan manusia kecil itu tingginya sekitar satu meter dan tinggal berkelompok di hutan larangan di Riau.

“Kami tahu, hutan larangan itu menyimpan banyak keunikan dan keasrian alam. Cerita ini sudah lama digaungkan oleh nenek moyang kami. Namun, bila niat baik dimulai, dan atas lindungan Allah SWT, semoga niat baik itu akan terang jalannya,” sebut Abdul Latif, Kepala Sekolah SMA 2 Bangkinang, saat itu.

Dijelaskan Latif, keberadaan makhluk liliput atau manusia kecil adalah sejenis makhluk ciptaan Tuhan. Mereka memiliki habitat dan kelompok-kelompok. Tubuhnya kecil dan setinggi kurang dari satu meter. Mereka tinggal di hutan belantara yang disebut penduduk kampung sebagai Hutan Lindung Batang Kapas, Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

“Manusia kecil itu tingginya sekitar satu meter dan tinggal berkelompok di hutan larangan itu,” sebut dia.

Dari dasar itulah, kata Latif, pihaknya bersama tim ekspedisi berangkat ke hutan larangan untuk melihat keindahan hutan yang ada di sana. Namun, dalam perjalanan yang penuh dengan kekuatan gaib, dirinya bersama tim lainnya sempat menghadapi hal-hal yang di luar akal manusia.

“Sejak kehadiran tim ekspedisi di Hutan Larangan itu, banyak hal-hal yang tidak masuk akal. Tetapi hal itu memang terjadi. Seperti kamera yang kami bawa, tiba-tiba mati mendadak. Padahal baterai penuh. Sehingga kami tidak bisa mendokumentasikannya,” jelas Latif.

misteri_manusia_kecil_di_hutan_larangan_4

Bukit Barisan memang diselimuti banyak misteri di Pulau Sumatera. Bukit Barisan terkenal dengan panjang wilayah daratan berbukit mencapai 1.650 Kilometer.

Diceritakan Latif, manusia liliput terlihat oleh tim sambil mengintip di balik pohon dan dedaunan. Saat itu tim ekspedisi beristirahat selama perjalanan satu hari, di daki bukit Hutan Larangan di dekat air terjun yang tinggi mencapai 700 meter.

“Setelah tenda dibuat, tidak terdengar sesuatu yang ganjil. Hanya saja, saat semua berada di dalam tenda, salah seorang dari kami melihat di balik pepohonan, ada sesuatu yang bergerak,” kata dia.

Menurut Latif, di balik pepohonan dan dedaunan itu jelas sekali seorang manusia yang sedang mengintip aktivitas tim ekspedisi. Karena penasaran, yang lainnya pun mencoba mengitip di balik pintu terpal yang sudah tertutup.

Sore itu memang belum gelap. Tim ekspedisi terkejut saat melihat sosok di balik pohon dan daun itu. Ternyata bukan seorang, tetapi lebih dari lima orang yang berada saling berjauhan. Mereka hanya diam dan tidak bergerak, tetapi mata mereka jelas sekali menatap tim ekspedisi.

“Mereka menatap dari balik dedaunan di tepi air terjun. Makhluk itu tidak menganggu kami, namun sempat membuat bulu roma merinding,” ungkap Latif lelaki yang juga dikenal sebagai pemerhati seni dan budaya Kampar ini.

misteri_manusia_kecil_di_hutan_larangan_5

Martyr mengklaim pernah bertemu makhluk ini selain mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi mata yang juga pernah melihat manusia kecil.

Namun, karena ada suara berisik di dalam tenda, manusia liliput itu seperti menghilang. Namun ternyata mereka memanjat pohon yang besar dengan cepat.

Lelaki berusia 58 tahun ini mengungkapkan, petualangan di Hutan Lindung Batang Kapas, Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar, menjadi petualangan yang unik bagi mereka. Apalagi, hutan tersebut, terbilang angker oleh penduduk setempat.

Diceritakan Latif lagi, manusia kecil itu memiliki bulu lebat di sekujur tubuhnya. Mereka dengan mudah menaiki pohon dengan dibantu kedua tangannya yang panjang. “Orang itu seperti manusia berjalan dengan kedua tungkai kaki terbalik, dan mampu memanjat pohon dengan cepat,” sebut pria kelahiran Kuok 4 Juli 1958 ini.

Misteri Manusia Kecil

Cerita unik petualangan tim ekspedisi SMA 2 Bangkinang ke Hutan Lindung Batang Kapas, Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar itu, adalah pemaparan disampaikan langsung oleh Abdul Latif atau disapa Alatif kepada riauviral.com, belum lama ini.

misteri_manusia_kecil_di_hutan_larangan_3

Manusia kecil itu memiliki bulu lebat di sekujur tubuhnya. Mereka dengan mudah menaiki pohon dengan dibantu kedua tangannya yang panjang.

Terkait keberadaan manusia pendek atau manusia kecil di Riau ini, memang sudah lama terdengar. Beberapa sumber lain yang pernah melihat manusia kecil ini, mengaku bagian depan tubuh lebih terang dari pada bagian belakang. Ini juga diperkuat sejumlah catatan para penjelajah dan peneliti dari zaman modern.

Adalah ilmuwan Inggris yang penasaran atas keberadaan makhluk liliput ini. Sejumlah penelitian pun dilakukan dengan teknologi terkini. Malah, salah satu yang paling terkenal adalah penelitian yang dilakukan ahli primata, Deborah Martyr, pada 1990 an, seperti diuraikan kompas.com.

Martyr mengklaim pernah bertemu makhluk ini selain mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi mata yang juga pernah melihat manusia kecil ini. Namun, penelitian Martyr tidak cukup untuk mengonfirmasi keberadaan atau jenis makhluk ini, sehingga tetap menjadi misteri sampai saat ini. Termasuk hasil penelitian itu memakai kamera CCTV oleh Jeremy Holden, namun hasilnya tetap tidak membuahkan hasil.

Penelitian lain juga dilakukan Richard Freeman, Direktur Zoologi dari Centre for Fortean Zoology, Inggris. Seperti dilaporkan The Guardian pada 9 September 2011. Freeman bersama tim ekspedisi melacak keberadaan manusia kecil di Hutan Kerinci Seblat, Provinsi Jambi.

misteri_manusia_kecil_di_hutan_larangan_6

Laporan warga bahwa makhluk kecil ini beberapa kali terlihat merusak tanaman tebu.

Freeman menyebut, kajian keempat kalinya itu sudah berlangsung sejak 2003 lalu. Ini dilakukan terkait adanya laporan warga bahwa makhluk ini beberapa kali terlihat merusak tanaman tebu. Laporan Freeman ini juga dimuat di The Guardian, 7 Oktober 2011. Namun, tetap tidak ada kesimpulan jelas tentang keberadaan manusia kecil ini.

Penampakan manusia liliput itu bukan saja baru kali pertama. Diakui sejumlah warga di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, sudah banyak melihat keberadaan manusia kecil itu. Beberapa media setempat pun juga turut mempublikasikan keberadaan manusia kecil itu yang disebut sebagai penghuni hutan larangan.

Belum lagi Petugas Polisi Hutan (Polhut) yang sudah sering melihat manusia kecil saat bertugas. Bahkan mereka sempat melihat sekelompok manusia kecil melintasi hutan larangan itu.

Ini pun diamini Abdul Latif dengan tim ekspedisi selama 10 hari di tengah hutan larangan itu. Pihaknya juga tidak berhasil mendokumentasikan makhluk tersebut, dengan alasan kamera tia-tiba saja mati saat mendokumentasikan makhluk itu. “Memang misteri, mereka datang tiba-tiba, dan pergi dengan cepat di balik pohon dan lebatnya daun,” sebut Latif.

Diceritakan orang-orang dahulu, kawasan Bukit Barisan masih dihuni kelompok suku terasing yang tinggal di beberapa wilayah perbukitan dengan hutan yang lebat. Misalnya legenda orang pendek (uhang pendek) di kawasan Gunung Kerinci, dan cerita manusia liliput atau disebut Leco atau sebutan lainnya, sesuai daerah tempatan di Sumatera.*

About Author

dors

dors

Related Articles

Viral Quotes

Bijaksana itu ketika menilai orang lain seperti melihat diri sendiri..~Arytweet this quotes

Ikuti Kami di Twitter

Ikuti kami melalui Email

Dapatkan Postingan terbaru dari kami di Email anda

Translate