RiauViral.Com

RiauViral.Com

 Breaking News
  • Pecinta Konin Bersiaplah Untuk KOBER 3 Bagi pecinta Kolibri Ninja atau yang biasa disingkat Konin, siap-siap nih sebentar lagi ada iven yang bakal mengasah kekompakan kamu dengan si doi. Melanjutkan kesuksesan iven-iven sebelum nya, KKNP (Komunitas...
  • HUT IPP ke-61, Ikatan Putera Pekanbaru Adakan Turnamen Sepak Bola RIAUVIRAL.COM-Ikatan Putera Pekanbaru (IPP) Provinsi Riau, akan mengadakan turnamen sepak bola antar klub di Pekanbaru sekitarnya. Turnamen sepak bola terbuka untuk umum ini dilaksanakan pada Januari 2017 mendatang. Kegiatan yang...
  • Koes Plus Manggung Lagi Bulan Depan Direncanakan pada 9 Desember 2016, grup band legendaris Koes Plus akan menggelar konser bertajuk “Andaikan Koes Plus Datang Kembali” di Balai Sarbini, Jakarta. Tentunya pertunjukan ini bisa menjadi pengobat rindu...
  • Festival Media AJI 2016 di Pekanbaru Diikuti Ratusan Media RIAUVIRAL.COM-Ratusan peserta dari berbagai media mengikuti Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sabtu, 19 November 2016 di Gedung Perpustakaan Soeman HS Kota Pekanbaru. Festival media ke-5 yang mengusung isu...
  • Iven Riau Trailrun Race, Harumkan Nama Pekanbaru RIAUVIRAL.COM-Iven Riau Trailrun Race (RTR) 2016 berlangsung sukses. Kegiatan yang diadakan Komunitas Pecinta Lari Alam Terbuka di Pekanbaru ini berhasil menyedot perhatian publik dan media sosial. Hal ini dibuktikan dari...

Panglima Jimbam dan Putri Kaca Mayang

Panglima Jimbam dan Putri Kaca Mayang
January 10
10:13 2017

RIAUVIRAL.COM-Panglima Jimbam adalah seorang kesatria di masa Kerajaan Gasib,  Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Panglima Jimbab terkenal karena mampu membawa Putri Kaca Mayang dari penculikan masa kerajaan Aceh, seorang diri. Selama itu, Panglima Jimbab membawa Putri Kaca Mayang dari Aceh ke Koto Gasib, namun akhirnya meninggal dunia. Makamnya, dapat dilihat di Kota Gasib, Siak, Riau.

Inilah kisah disampaikan oleh orangtua-tua melayu Riau tentang wanita cantik, putih melepak (putih sekali), tinggi langsing anak seorang raja di sebuah Kerajaan Gasib di Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Bahkan, makam Putri Kaca Mayang yang berhasil ditemukan warga setempat, ternyata menebarkan wangi yang harum dan dapat dikujungi di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

panglima_jimbam_perjuangan_puteri_kaca_mayang_2

Makam Putri Kaca Mayang yang berhasil ditemukan warga setempat, ternyata menebarkan wangi yang harum dan dapat dikujungi di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Namun, keberadaan Kerajaan Gasib hingga kini masih misteri. Tapi, banyak bukti ilmiah dan misteri selalu terungkap di wilayah Sungai Gasib (anak sungai Siak) tersebut. Bahkan, cerita rakyat atau bisa disebut legenda ini terus bergulir hingga ke anak cucu. Bahkan bukti nyata atas cerita ini bahkan terus berkembang di masyarakat.

Nah, banyak cerita mistik sebelum makam tersebut ditemukan. Malah, jika salah cakap dan kata-kata, ada juga warga sekitarnya, harus berputar-putar di sekitar hutan, namun akhirnya dia kembali juga pulang ke rumah. Sementara harum semerbak wangi di makam putri tersebut sudah lama disampaikan oleh orangtua-tua dahulu.

Bukti nyata, setelah hasil kajian mistik dan ilmiah, mengapa makan tersebut wangi, karena memang di sekitar makam Putri Kaca Mayang terletak di kawasan hutan dengan berjejer jenis pohon Seminai. Nah, pohon inilah yang mengeluarkan harum semerbak wangi tersebut. Ini juga diperkuat dengan cerita nenek moyang dulu.

Malah, ada juga penduduk setempat pernah melihat bentuk kerajaan Ghasib sebenarnya. Katanya, kerajaan Gasib itu terlihat dari kayu yang kuat dan besar. Didepan gerbang pagar tersusun kayu besar sebagai batas kerajaan yang di dalamnya juga terdapat pemukiman penduduk. Bangunan kerajaan yang yakini terbuat dari kayu pilihan itu, berbentuk panggung dengan tangga pintu masuk kerajaan sangat besar. Tingginya diperkiraan mencapai lebih dari enam meter.

Sampai-sampai, cerita meriam kerajaan Gasib masih terlihat dan keluar berjalan di sungai Gasib, Buatan. Mengapa, Kerajaan Ghasib masih misteri? Sementara makam Putri Kaca Mayang sudah ditemukan masyarakat setempat? Bahkan ada cerita seorang Panglima Ghasib yang terkenal dengan kekuatannya yakni Panglima Jimbam. Hanya saja, banyak di dunia maya (internet) menulisnya Panglima Ginpam atau Gimpam. Padahal penulisan nama ini dinilai banyak orang tetua-tua Siak adalah salah, Yang benar adalah Jimbam.

panglima_jimbam_perjuangan_puteri_kaca_mayang_1

Makam Putri Kaca Mayang, masa Kerajaan Gasib, yang berhasil dibawa Panglima Jimbam dari Aceh seorang diri.

Terakhir, kini ditemukan sebuah mahkota Putri Kaca Mayang Putri Raja Kerajaan Ghasib tersebut. namun sumber yang satu-satunya terlihat di media maya itu, tidak diketahui. Namun, banyak pendapat, jika benar mahkota Putri Kaca Mayang itu betul, maka biasanya ia mirip dengan Mahkota Putri kerajaan di Jawa.

Kesaktian kekuatan Panglima Jimbam ini tidak diragukan lagi. Ia mampu pergi sendiri mengambil Putri Raja Putri Kaca Mayang yang diculik oleh Kerajaan Aceh. Atas perintah raja Ghasib, Panglima Jimbam mengerahkan kekuatan dan kesaktiannya melawan pasukan kerajaan Aceh. Perseteruan antara Kerajaan Aceh dengan Kerajaan Ghasib sudah lama terdengar. Bahkan dalam sejarah pun telah menulisnya. Begitu pula referensi di Belanda.

Pertikaian kerajaan Aceh dengan Kerajaan Ghasib dimulai ketika ekspansi kerajaan Aceh di Riau. Sementara kerajaan Ghasib saat itu masih memegang aliran kepercayaan, animisme dan dinamisme. Islam mulai masuk, namun hal ini juga didukung dengan terkenalnya kecantikan Putri Kaca Mayang saat itu. Sementara Kota Pekanbaru saat itu belum terbentuk, begitu pula Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Namun aksi yang dilakukan Panglima Jimbam di Kerajaan Aceh berbilang hasil. Ia memboyong kembali Putri Kaca Mayang dengan mengangkat hanya sebelah tangannya dari Aceh ke Kuala Ghasib. Namun sayang, nyawa putri tidak tertolong lagi. Putri Kaca Mayang akhirnya wafat, sebelum sampai ke kerajaan Ghasib. Hal ini pula dijelaskan dalam sebuah lagu berjudul Putri Kaca Mayang yang diciptakan oleh Husni Thamrin dalam album Siak Bermadah, produksi Pemerintah Kabupaten Siak.

Dari lirik lagu Putri Kaca Mayang ini sudah jelas terbaca, bahwa Kerajaan Ghasib tidak ada hubungan dengan Kerajaan Siak. Kerajaan Ghasib berdiri sendiri. Jika ada yang menulis, bahwa cerita Putri Kaca Mayang dan awal Kota Pekanbaru, perlu diperdebatkan.*

About Author

dors

dors

Related Articles

Viral Quotes

"Bicara pada alam. Di sana mereka juga melakukan ibadah yang sama"~unchutweet this quotes

Ikuti Kami di Twitter

Ikuti kami melalui Email

Dapatkan Postingan terbaru dari kami di Email anda

Translate