RiauViral.Com

RiauViral.Com

 Breaking News
  • Pecinta Konin Bersiaplah Untuk KOBER 3 Bagi pecinta Kolibri Ninja atau yang biasa disingkat Konin, siap-siap nih sebentar lagi ada iven yang bakal mengasah kekompakan kamu dengan si doi. Melanjutkan kesuksesan iven-iven sebelum nya, KKNP (Komunitas...
  • HUT IPP ke-61, Ikatan Putera Pekanbaru Adakan Turnamen Sepak Bola RIAUVIRAL.COM-Ikatan Putera Pekanbaru (IPP) Provinsi Riau, akan mengadakan turnamen sepak bola antar klub di Pekanbaru sekitarnya. Turnamen sepak bola terbuka untuk umum ini dilaksanakan pada Januari 2017 mendatang. Kegiatan yang...
  • Koes Plus Manggung Lagi Bulan Depan Direncanakan pada 9 Desember 2016, grup band legendaris Koes Plus akan menggelar konser bertajuk “Andaikan Koes Plus Datang Kembali” di Balai Sarbini, Jakarta. Tentunya pertunjukan ini bisa menjadi pengobat rindu...
  • Festival Media AJI 2016 di Pekanbaru Diikuti Ratusan Media RIAUVIRAL.COM-Ratusan peserta dari berbagai media mengikuti Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sabtu, 19 November 2016 di Gedung Perpustakaan Soeman HS Kota Pekanbaru. Festival media ke-5 yang mengusung isu...
  • Iven Riau Trailrun Race, Harumkan Nama Pekanbaru RIAUVIRAL.COM-Iven Riau Trailrun Race (RTR) 2016 berlangsung sukses. Kegiatan yang diadakan Komunitas Pecinta Lari Alam Terbuka di Pekanbaru ini berhasil menyedot perhatian publik dan media sosial. Hal ini dibuktikan dari...

Satu Detik Menuju Lombok

Satu Detik Menuju Lombok
January 24
10:05 2017

Sudah kebiasaan bagi hampir semua orang untuk selalu berada didepan layar gadget nya, termasuk saya. Berbagai alasan orang melakukan itu, mulai dari butuh hiburan, memanfaatkan wifi gratis, atau hanya sekedar mengecek pemberitahuan. Sedangkan alasan bagi saya waktu itu karena baru saja membeli paket data, dan terang saja tangan ini langsung gratilan.

Ketika membuka salah satu link media sosial, tak sengaja saya melihat promo tiket penerbangan murah. Iklan itu sangat menggoda dengan angka harga yang ditulis sangat besar. Setelah dihitung-hitung, total biaya ke Lombok cuma 600 ribu? Tanpa kompromi, sedetik saya langsung klik sampai pada tahap pembayaran. Saya memang hobi traveling, tapi tidak pernah tanpa diskusi dengan teman-teman. Kali ini saya anggap tak mengapa, toh tanggal keberangkatan masih satu bulan lagi, masih banyak waktu untuk memberi tahu dan mengajak teman-teman yang lain.

Akhirnya hari itu tiba, dan tak ada seorang teman pun yang bisa diajak pergi. Dari pada rugi, lagi pula saya pun memang belum pernah sampai ke Lombok, saya nekat memutuskan untuk berangkat sendirian. Ini pengalaman pertama saya menjadi solo traveller, cukup membuat saya ringkuh, tapi saya coba untuk membuat keadaan tenang apa pun yang terjadi.

Penerbangan pertama dari Pekanbaru menuju Bandung memakan waktu hampir dua jam. Dikota kembang ini saya tidak merasa ada kesulitan, karena saya cukup akrab dengan kota ini. Lagi pula banyak teman-teman yang bisa dihubungi untuk dimintai pertolongannya, paling tidak masalah tempat menginap beberapa malam saja. Saya ditahan oleh teman-teman selama dua hari disini, cukup untuk sekedar melepas rindu dan tawa canda sebelum akhirnya saya harus melanjutkan perjalanan menuju Denpasar keesokan harinya.

 “Selamat datang di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali” sumringah saya membaca tulisan tersebut, itu berarti Lombok sudah semakin dekat. Tapi bagaimana dengan nasib saya di pulau ini? Saya masih merasa asing berada di Bali, meskipun sebelumnya saya pernah sekali kesini bersama teman-teman. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengecek daftar kontak di telepon genggam saya dan menghubungi teman yang saya kenal, mudah-mudahan dia masih bekerja disini. Alhamdulillah ternyata Wawan menjawab telepon dan menyambut saya.

 Di Bali saya dibawa berkeliling oleh Wawan, dia banyak bercerita tentang Bali serta memberikan saya arahan ketika di Lombok nanti. Tak terasa saya menghabiskan waktu empat hari disini. Wawan sangat membantu saya, setidaknya beberapa kekhawatiran saya sebelum nya sudah teratasi. Wawan pun turut mengantarkan saya ke penyeberangan menuju NTB.

Disini baru lah petualangan saya benar-benar dimulai. Diatas kapal Marina tak ada seorang pun yang saya kenal, sebagian besar nya merupakan turis asing. Rasanya ingin memulai percakapan dengan bule Jepang yang duduk disamping saya, tapi bahasa Inggris saya tidak lebih dari “Yes-No” dan ternyata bule tersebut juga tidak fasih berbahasa Inggris, apa jadinya jika kami berdua ngobrol.

Singkat cerita akhirnya kami sampai jua di Gili Trawangan, kepada siapa saya akan mengadu? Namun satu hal yang terlupakan bahwa saya masih berada di Indonesia, masyarakatnya ramah-ramah. Benar, adalah Salam yang menyapa saya dipinggiran jalan kota ini. Dengan menggunakan sepeda kayuh, dia mengantarkan saya mencari penginapan menyisiri daerah pantai. Salam merupakan penduduk asli Gili Trawangan, dia menyambut baik siapa pun yang datang kedaerah nya.

Sampailah kami didepan penginapan yang biasanya menjadi pilihan bagi pelancong backpackers yang berkunjung kesini. Saya sengaja memilih tempat ini karena biaya nya relatif murah, dengan begitu saya bisa lebih hemat dalam mengatur keuangan yang mulai menipis. Penginapan berkonsep “Dome” ini, sekali lagi saya harus berkumpul bersama bule-bule disatu ruangan. Tidak ada interaksi yang saya lakukan selama disini, kecuali dengan terpaksa dan menggunakan bahasa isyarat. Antara senang dan bimbang, saya harus melewati beberapa hari ini disini. Saya masih saja membayangkan jika teman-teman bisa ikut bersama berada di tempat ini, mungkin suasana nya akan berbeda. Tapi bagaimana pun ini sudah menjadi keputusan saya sejak awal, dan saya sudah sampai disini.

Pagi nya saya melihat antrian didepan penginapan, saya mulai bertanya pada panitia yang ada dibarisan paling depan. Ternyata itu antrian untuk mendapatkan tiket ke Gili Memo dan Gili Air, apa lagi itu? Tanpa pikir panjang, saya pun ikut didalam antrian. Saya melihat seorang berwajah Indonesia yang ikut mengantri, bernama Sandi asal Surabaya.

Diatas perahu saya banyak bercerita tentang perjalanan saya bisa sampai kesini, begitu pula dengan Sandy yang menceritakan tujuannya untuk membuka bisnis di pulau ini. Benar-benar pemadangan yang luar biasa, saya melihat kanan dan kiri sambil berdecak kagum atas kebesaran Tuhan. Alam dan masyarakat disini membuat saya tergoda untuk mengikuti jejak Sandy, tapi saya bukan Sandy yang sudah punya mental dan pengalaman dibidangnya.

Saya mulai merasa betah dan mencintai daerah ini, tapi itu tidak boleh terjadi, saya harus pulang. Sudah lima hari saya disini, bukan ini tujuan saya, saya punya tugas dan tanggung jawab di Pekanbaru. Biarlah ini akan menjadi hal yang paling indah untuk saya ingat dan ceritakan kepada teman-teman. Saya akan datang lagi kesini suatu saat nanti.

About Author

Benny Arfan

Benny Arfan

Akan menjadi sebuah cerita jika ditulis dan dibaca

Related Articles

Viral Quotes

"Bicara pada alam. Di sana mereka juga melakukan ibadah yang sama"~unchutweet this quotes

Ikuti Kami di Twitter

Ikuti kami melalui Email

Dapatkan Postingan terbaru dari kami di Email anda

Translate