
Pekanbaru – 29 Maret 2025
Sebagai bagian dari gerakan mahasiswa *Cipayung* yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru mengecam keras insiden meninggalnya KA (32), seorang pekerja dari PT Radiant Utama Interinsco Tbk, yang tewas akibat tersengat listrik saat bekerja di area kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Kamis, 27 Maret 2025.
Peristiwa ini merupakan cerminan dari masih lemahnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri energi nasional. Seharusnya, dalam sistem kerja yang beradab dan profesional, tidak boleh ada satu pun nyawa yang melayang akibat kelalaian manajemen keselamatan.
HMI Cabang Pekanbaru menyampaikan sikap dan tuntutan sebagai berikut:
1. Usut Tuntas dan Berikan Sanksi Tegas!
PT Radiant Utama Interinsco Tbk sebagai kontraktor wajib bertanggung jawab atas insiden ini. Investigasi independen dan transparan harus segera dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk pengawasan dari instansi ketenagakerjaan.
2. Stop Pengabaian Terhadap Keselamatan Kerja!
Pekerjaan berisiko tinggi seperti kelistrikan tidak boleh dilakukan oleh tenaga kerja yang tidak bersertifikasi. Penerapan K3 harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas administratif.
3. Penuhi Hak-Hak Korban dan Keluarga!**
Keluarga korban berhak mendapatkan keadilan dan hak-hak normatif seperti santunan kematian, jaminan sosial, dan kompensasi sesuai aturan perundang-undangan.
4. Evaluasi Menyeluruh Sistem K3 di Seluruh Mitra PHR!**
HMI mendesak PHR dan seluruh kontraktor mitra untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi K3 di seluruh proyek dan aktivitas operasionalnya.
5.Gerakan Mahasiswa Akan Terus Mengawal!**
Sebagai bagian dari kelompok *Cipayung*, HMI siap mengawal isu-isu ketenagakerjaan secara kritis dan konstruktif. Dunia industri tidak boleh berjalan tanpa menjunjung tinggi keselamatan manusia.
“Kami sangat menyesalkan accident ini dan mendesak seluruh pihak untuk bertanggung jawab. Jangan ada lagi nyawa pekerja yang menjadi korban dari sistem kerja yang abai terhadap keselamatan. HMI hadir untuk memastikan bahwa suara para pekerja—yang sering kali dibungkam oleh struktur industri—tetap terdengar lantang di ruang publik. Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal kemanusiaan,”tegas Ragil Erlangga Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru.